Kamis, 20 Juli 2017

Gunakan Limbah Tanaman Tembakau, Sebagai Pestisida Nabati



Produktivitas pertanian yang tinggi merupakan tujuan utama kegiatan usaha tani untuk memperoleh keuntungan dan manfaat dari hasil panen. Hasil panen yang tinggi dapat tercapai apabila tanaman yang dibudidayakan memiliki kondisi optimal dalam berproduksi. Hal tersebut dapat tercapai jika tanaman tidak terganggu oleh faktor-faktor yang berpengaruh negatif terhadap kesuburan dan kesehatan tanaman.
            Hama dan penyakit tanaman merupakan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang mana keberadaannya dapat memberikan dampak negatif terhadap hasil pertanian. Dampak-dampak negatif dari serangan dan gangguan OPT tersebut dapat berupa kerusakkan bagian-bagian tanaman, penurunan produktivitas, penurunan kualitas hasil panen, dan lain-lain, sehingga dibutuhkan berbagai upaya-upaya untuk mendukung dan meningkatkan produktivitas pertanian, salah satunya yaitu melaluli pengendalian hama dan penyakit tanaman.
            Pengendalian hama dan penyakit tanaman merukapan berbagai upaya untuk menekan atau menghambat petumbuhan dan perkembangbiakkan OPT supaya resiko terjadimya kerusakkan dan kerugian usahatani dapat minimalisir, sehinga tanaman yang dibudidayakan mampu beproduksi secara optimal. Pengendalian OPT dapat dilakukan dengan berbagai macam metode baik secara kultur teknis, tindakan pencegahan hingga penanggulangan dampak dan serangan OPT. Dari berbagai metode tersebut, penanggulangan dampak dan serangan OPT merupakan tindakan paling praktis dan mudah untuk diaplikasikan, terutama penerapan pestisida.
            Pestisida merupakan bahan-bahan yang memiliki potensi untuk mengendalikan keberadaan OPT di lahan. Jenis-jenis pestisida antara lain pestisida sintetik dan pestisida nabati. Pestisida sintetik adalah pestisida yang terbuat dari bahan-bahan kimia buatan seperti Isopropilamina glifosat dan Derosal 60 WP, sedangkan pestisida nabati adalah pestisida yang diperoleh dari bahan-bahan alami misalnya ekstrak tembakau. Dari kedua jenis pestisida tersebut pestisida nabati merupakan jenis pestisida yang paling aman terhadap kesehatan dan ramah lingkungan.
            Pestisida nabati dapat diperoleh malalui pengekstrakan kandungan senyawa tanaman yang memiliki potensi untuk mengendalikan OPT. Cara kerja dari senyawa tersebut bisa secara menolak hingga membunuh sasaran. Salah satu jenis tumbuhan yang memiliki senyawa tersebut adalah tembakau (Nicotina tabacum L.). Senyawa-senyawa tersebut antara lain nikotin, alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, terpenoid, formaldehid dan fenol. Maka dari itu tumbuhan tembakau dapat diolah sebagai pestisida nabati.
            Prosedur pembuatan pestisida nabati dari tembakau hal pertama yang harus dilakukan yaitu mempersiapkan bahan baku pestisida dengan cara memotong-motong dan mengeringkan bagian-bagian tembakau (batang, ranting dan daun), setelah kering  memasukkan tembakau kering (250 gr), 2  sendok deterjen atau sabun cair, ke dalam 2 liter air. Kemduian diaduk merata Direbus sambil diaduk pelan-pelan dengan api yang kecil (30˚C) selama 30 menit. Larutan didiamkan selama ± 5 menit dan pestisida siap digunakan. Penerapan pestisida nabati ini dengan cara menyemprotkan larutan pestisida secara langsung pada bagian-bagian tanaman yang ditemukan gejala serangan penyakit dan hama tanaman.


EmoticonEmoticon