Kamis, 27 Juli 2017

Keunikan Seni Hadrah Aengtongtong


Tarian hadrah berasal dari negeri Parsi. Tarian hadrah merupakan kombinasi dari kebudayaan Islam terutama Timur dan Jawa Tengah turut populer di Indonesia. Tari hadrah merupakan suatu pemngembangan kesenian musik hadrah yang islami. Penari menciptakan sebuah tari dalam gerakan diatur dengan baik dan menemani dengan musik dan Terbang Jidor. Umumnya, lengkap dengan lagu puji kepada Allah dan saran untuk kehidupan sehari-hari manusia.
Hadrah musik juga digunakan sebagai upacara pernikahan, upacara profesi, upacara syukur, dan adat lainnya, karena bersifat dinamik dan bergembira. Sehingga dalam hadrah ini musik dan tarian adalah orang yang formanya energik. Desa Aeng Tong-Tong juga memiliki grub hadrah rutinan yang beranggota laki-laki baik dewasa, remaja maupun anak-anak kecil.
Hadrah Aeng Tong-tong performanya bergiliran ke rumah masing-masing anggota jami’ hadrah. Uniknya dari jama’ah hadrah Aeng Tong-tong adalah yang menari bukan hanya anak kecil melainkan orang dewasa. Gerakan tarian mereka begitu khas dan sangat energik. Gerakan tarian mereka sangat beragam, mulai dari gerakan duduk, berdiri, bahkan sampai lari-lari bertukar tempat tarian. Hadrah diiringi dengan alunan musik rebana yang sangat indah dan juga suara merdu para vokalis shalawat.  Penasaran...? yuk bergabung bersama Hadrah Desa Aeng Tong-Tong.

Sabtu, 22 Juli 2017

Selamat Datang Di Desa Aengtongtong


Aeng Tong-Tong merupakan sebuah desa di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Letak desa ini dari Kabupaten Sumenep sejauh 7 KM. Desa ini terkenal akan pengrajin keris. Tidak heran terdengar suara derit panjang besi sedang dipotong di tiap-tiap rumah karena mayoritas masyarakat Aeng Tong-Tong memilih profesi sebagai pengrajin keris. Menurut mereka mata pencaharian ini sangat menjanjikan. Tidak diragukan lagi keahlian para pengrajin keris desa ini. Para mpu dari Desa Aeng Tong-Tong dan beberapa desa di sekitarnya terkenal mampu membuat keris ampuh yang menarik perhatian dunia, khususnya pememerhati dan kolektor keris pusaka baru asal Sumenep itu.
Keahlian dalam membuat keris tidak hanya didominasi oleh kaum laki-laki dewasa, melainkan juga dari kaum perempuan. Beberapa diantaranya juga terdapat anak-anak usia sekolah tingkat menengah hingga yang sudah lanjut usia. Kini pun keris dari madura ini membanjiri kota pusat keris seperti Solo dan Yogya. Para mpu keris juga sering memamerkan produknya ke berbagai daerah.
Keris dari Desa Aeng Tong-Tong yang semula sulit air ini, kini menurunkan berkah pada warganya. Tak ada lagi gubuk reot di desa itu, bisa dikatakan keadaan ekonomi mereka tergolong menengah keatas. Penyebaran keris dari Aeng Tong-Tong telah meluas ke mancanegara, seperti Singapura, Brunei Darusalam, Malaysia, Jerman, dan Belanda. Jadi, tidak perlu diragukan lagi produk keris dari Aeng Tong-Tong.

Kamis, 20 Juli 2017

Gunakan Limbah Tanaman Tembakau, Sebagai Pestisida Nabati



Produktivitas pertanian yang tinggi merupakan tujuan utama kegiatan usaha tani untuk memperoleh keuntungan dan manfaat dari hasil panen. Hasil panen yang tinggi dapat tercapai apabila tanaman yang dibudidayakan memiliki kondisi optimal dalam berproduksi. Hal tersebut dapat tercapai jika tanaman tidak terganggu oleh faktor-faktor yang berpengaruh negatif terhadap kesuburan dan kesehatan tanaman.
            Hama dan penyakit tanaman merupakan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang mana keberadaannya dapat memberikan dampak negatif terhadap hasil pertanian. Dampak-dampak negatif dari serangan dan gangguan OPT tersebut dapat berupa kerusakkan bagian-bagian tanaman, penurunan produktivitas, penurunan kualitas hasil panen, dan lain-lain, sehingga dibutuhkan berbagai upaya-upaya untuk mendukung dan meningkatkan produktivitas pertanian, salah satunya yaitu melaluli pengendalian hama dan penyakit tanaman.
            Pengendalian hama dan penyakit tanaman merukapan berbagai upaya untuk menekan atau menghambat petumbuhan dan perkembangbiakkan OPT supaya resiko terjadimya kerusakkan dan kerugian usahatani dapat minimalisir, sehinga tanaman yang dibudidayakan mampu beproduksi secara optimal. Pengendalian OPT dapat dilakukan dengan berbagai macam metode baik secara kultur teknis, tindakan pencegahan hingga penanggulangan dampak dan serangan OPT. Dari berbagai metode tersebut, penanggulangan dampak dan serangan OPT merupakan tindakan paling praktis dan mudah untuk diaplikasikan, terutama penerapan pestisida.
            Pestisida merupakan bahan-bahan yang memiliki potensi untuk mengendalikan keberadaan OPT di lahan. Jenis-jenis pestisida antara lain pestisida sintetik dan pestisida nabati. Pestisida sintetik adalah pestisida yang terbuat dari bahan-bahan kimia buatan seperti Isopropilamina glifosat dan Derosal 60 WP, sedangkan pestisida nabati adalah pestisida yang diperoleh dari bahan-bahan alami misalnya ekstrak tembakau. Dari kedua jenis pestisida tersebut pestisida nabati merupakan jenis pestisida yang paling aman terhadap kesehatan dan ramah lingkungan.
            Pestisida nabati dapat diperoleh malalui pengekstrakan kandungan senyawa tanaman yang memiliki potensi untuk mengendalikan OPT. Cara kerja dari senyawa tersebut bisa secara menolak hingga membunuh sasaran. Salah satu jenis tumbuhan yang memiliki senyawa tersebut adalah tembakau (Nicotina tabacum L.). Senyawa-senyawa tersebut antara lain nikotin, alkaloid, tanin, saponin, flavonoid, terpenoid, formaldehid dan fenol. Maka dari itu tumbuhan tembakau dapat diolah sebagai pestisida nabati.
            Prosedur pembuatan pestisida nabati dari tembakau hal pertama yang harus dilakukan yaitu mempersiapkan bahan baku pestisida dengan cara memotong-motong dan mengeringkan bagian-bagian tembakau (batang, ranting dan daun), setelah kering  memasukkan tembakau kering (250 gr), 2  sendok deterjen atau sabun cair, ke dalam 2 liter air. Kemduian diaduk merata Direbus sambil diaduk pelan-pelan dengan api yang kecil (30˚C) selama 30 menit. Larutan didiamkan selama ± 5 menit dan pestisida siap digunakan. Penerapan pestisida nabati ini dengan cara menyemprotkan larutan pestisida secara langsung pada bagian-bagian tanaman yang ditemukan gejala serangan penyakit dan hama tanaman.

Aengtotong Sebagai Lokasi KKN Universitas Trunojoyo Madura

Pengabdian kepada masyarakat adalah bagian Tri Dharma perguruan tinggi, dimana mahasiswa berada di lapisan nomor dua sebgai relasi masyarakat dan pengabidian ini dilakukan mahasiswa Trunojoyo Madura lewat  KKN (Kuliah Kerja Nyata). KKN sendiri merupakan kuliah wajib bagi seorang mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang selama ini telah diterima di bangku perkuliahan, dalam prakteknya mahasiswa diharuskan terjun ke masyarakat dengan tujuan pengabdian kemayarakat, begitupula dengan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang juga menempuh mata kuliah KKN. Letak Universitas Trunojoyo  berada di pulau Madura, tepatnya di Bangkalan yang terkenal dengan sebutan gerbang pulau Madura, adanya Universitas di Pulau Madura  dimaksudkan dapat berkontribusi memajukan sumber daya yang ada di Pulau Madura. Dalam kegiatan KKN Universitas Trunojoyo Madura ini penempatan pengabdian masyarakat difokuskan di Pulau Madura, karena di pulau Madura kurang mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada.
Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep merupakan salah satu tempat pengabdian mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura. Desa Aeng Tongtong sendiri dibagi menjadi tiga dusun yaitu dusun Duko, dusun Endena, dan dusun Gendis. Desa Aeng Tongtong bisa dibilang memilki kelebihan yaitu sumber daya alam dan wisata budaya. Sumber daya alam desa meliputi tanaman tembakau, kebun kelapa, cabe jamu, bawang merah, dan asem, sedangkan dari wisata budaya yaitu desa Aeng Tongtong merupakan desa sentra keris terbesar di Indonesia serta sudah di akui oleh UNESCO sejak tahun 2005. Namun, potensi yang ada belum bisa dimaksimalkan oleh masyarakat setempat, karena masih banyak potensi sumber daya alam yang hanya dijadikan sebagai penghasilan sampingan, sedangkan penghasilan utama masyarakat desa Aeng Tongtong berasal dari kerajinan keris. Kerajinan keris ini telah dilakukan sejak turun temurun dari semua usia dan semua gender. Karena penghasilan dari kerajinan keris dianggap lebih baik dibandingkan dari hasil sumber daya alam. Kerajinan keris diproduki setiap harinya di desa Aeng Tongtong, hasil kerajinan keris ini telah dikenal diseluruh dunia, bahkan desa Aeng Tongtong sering mendapatkan kunjungan dari wisatawan mancanegara, selain itu keris desa Aeng Tong beberapa kali ikut serta dalam pameran budaya di keraton Sumenep dan bahkan pernah ikut serta di Amsterdam Belanda, inilah yang membuat kerajinan keris Aeng Tongtong terkenal.
Tetapi penghasilan dari kerajinan keris membuat sumber daya alam kurang diperhatikan oleh masyarakat Aeng Tongtong, maka dari itu peserta KKN dari mahasiswa Trunojoyo dalam pengabdian kepada masyarakat di desa Aeng Tongtong membuat program kerja yang langsung dapat diberikan kepada masyarakat desa yang dapat memaksimalkan potensi desa selain keris diantaranya dari  bidang pertanian, bidang pendidikan, bidang ekonomi dan budaya. Pertama, dalam bidang pertanian mahasiswa Trunojoyo Madura membuat pestisida dari batang tembakau yang sudah tak terpakai, pembuatan pestisida ini berfungsi untuk mencegah penyakit terhadap tanaman petani dan penyuluhan kepada kelompok tani di desa Aeng Tongtong. Kedua, untuk bidang pendidikan mahasiswa KKN membuat smart corner yaitu mengadakan belajar bahasa inggris bersama di balai desa setiap hari Rabu dan Sabtu sore kepada anak-anak Sekolah Dasar, selain itu mahasiswa juga mengajar setiap hari semua mata pelajaran ke Sekolah Dasar mulai dari kelas 1 sampai kelas 5. Ketiga, progam kerja selanjutnya yaitu mengadakan pelatihan ekonomi kreatif untuk ibu-ibu di desa Aeng Tongtong, progam ini dilakukan untuk memanfaatkan hasil sumber daya alam desa yaitu kelapa, pelatihan ini juga untuk memberikan motivasi kepada ibu pkk untuk hidup mandiri dalam berwirausaha, kelapa ini dibuat berbagai produk seperti cocochoco (Coklat Kelapa) dan KKN (Krupuk Kelapa Nikmat). Proker yang terakhir yaitu pembuatan website untuk desa Aeng Tongtong, pembuatan web ini dimaksudkan untuk mempromosikan desa Aeng Tongtong yang telah menjadi sentra kerajinan keris terbesar di dunia, selain itu promosi desa juga lewat media sosial seperti Instagram dengan nama Aengtongtong_Sumenep. 
Saat melakukan pengabdian ke masyarakat terutama di desa Aeng Tontong, mahasiswa Trunojoyo menyadari bahwa potensi yang ada di desa sangat luar biasa untuk dieksplore ke dunia luar, terutama kerajinana keris yang cukup banyak, seprti yang telah dietahui bahwa keris merupakan senjata khas Indonesia dan telah menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan. 

Choco, Cokelat Dari Kelapa Khas Aengtongtong


Desa Aeng Tong-Tong memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya yaitu kelapa. Hampir di setiap pekarangan ditumbuhi oleh kelapa. Kurangnya perhatian masyarakat terhadap kelapa karena hampir tiap rumah lebih memilih berprofesi sebagai pengrajin keris. Sehingga buah kelapa masak pada pohonnya dan tidak bisa disebut lagi sebagai “degan muda”. Tekstur kelapa yang keras akibat lamanya di pohon dan tidak dipetik, bahkan ada yang sampai menguning.
Masyarakat desa Aeng Tong-Tong mulai berinovasi membuat sebuah produk makanan dari kelapa yaitu cokelat kelapa yang kemudian diberi nama “Cocochoco”. Cocochoco terbuat dari kelapa yang dibalut cokelat. Yummyy..... Paduan rasa cokelat dengan kelapa sangat cocok di lidah. Apalagi untuk para penggemar cokelat, Cocochoco wajib kalian coba. Tak perlu khawatir bagi yang tidak suka cokelat, setelah mencoba Cocochoco kalian akan ketagihan. Tekstur coklat yang lembut dan di dalamnya berisi kelapa yang masih “crunchy”.
Cocochoco memiliki berbagai manfaat yaitu mengurangi risiko serangan jantung, mempengaruhi peningkatan aliran darah, dapat menghaluskan kulit, anti depresi, terlihat lebih awet muda sepanjang waktu, dan masih banyak manfaat yang lain. Cocochoco rasanya sangat nikmat dan pastinya bergizi. Wajib dicoba!!!

Srundeng Kelapa Aengtongtong Yang Bikin Ngiler

Desa Aeng Tong-tong penuh dengan pohon kelapa dimana-mana, selain pemandangan indah nan menawan buat di abadikan juga bisa membuat susana rindang dan tenang dengan warna hijau yang menyejukkan mata. Tapi selain memanjakan mata tak lupa juga kita memanjakan mulut kita dengan produk serundeng yang bikin kita tak berhenti makan dengan kelezatannya yang dibuat dengan produk kelapa yang ada didesa. Jika belum tau serundeng itu apa, serundeng merupakan olahan kelapa parut yang digoreng lalu dicampur dengan bumbu rahasia yang kita punya.  Biasanya serundeng dicampur dengan nasi putih sudah enak dan lezat apalagi ditambah lauk ayam, kelezatannya tak terkalahkan oleh siapapun, apalagi serundeng buatan aeng tong tong ini bukan sekedar  serundeng kelapa biasa, tapi banyak keistimewaannya yang membuat beda dari serundeng lainnya. 
Dari keistmewan serundeng ini yang membuat serundeng ini menjadi unggulan setiap orang. Banyak dibeli dan menjadi faforit para masyarakat entah itu masayarakat aengtong-tong sendiri ataupun masyarakat luar desa. Keistimewaannya adalah serundeng ini rasanya lezat gurih dan rasanya yang dimodifikasi dengan level kepedasan yang beragam. Dari mulai level 1,2,3,4, dan yang paling pedas yaitu level 5. Tak salah jika serundeng ini menjadi dambaan setiap orang dan paling dicari-cari. Olahannya pun diolah oleh ibu-ibu aengtong-tong yang sangat kreatif dan cekatan dalam memasaknya dan juga rasanya yang tak terbantahkan lagi lezatnya.
Aeng tong-tong pun merupakan desa yang memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti contoh kelapa yang pemanfaatan buat produk nya bermacam-macam. Dari mulai produk makanan dan kerajinannya. Maka dari itu olahan serundeng ini pun dirasa tepat untuk digunakan sebagai produk yang dimiliki ibu-ibu aengtong-tong. Dan berharap semoga bukan serundeng biasa ini tetap menjadi olahan yang paling favorit dan dicari-cari oleh masyarakat sebagai pendamping makanannya. Dan semoga pula serundeng aeng tong-tong ini bisa menjadi produk makanan yang meluas dan terkenal di indonesia seperti layaknya keris yang ada di aengtong-tong.

Kerupuk Kelapa Produk Aengtongtong



Kerupuk adalah camilan khas Indonesia. Kerupuk biasanya dikonsumsi sebagai makanan selingan atau pelengkap lauk. Kerupuk merupakan makanan ringan yang pada umumnya dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur dengan bahan perasa seperti udang dan ikan. Namun kali ini berbeda, bahan perasa yang digunakan adalah kelapa. Banyaknya pohon kelapa di desa Aeng Tong-tong membuat masyarakat harus lebih inovatif dalam mengolahnya agar bernilai ekonomis.
Kerupuk kelapa berbeda dengan yang lain. Kerupuk kelapa rasanya lebih gurih dan nikmat. Kerupuk kelapa dipadukan dengan taburan bumbu balado, barbeque, asin, pedas membuat rasa kerupuk kelapa lebih menggoda selera. Kerupuk kelapa bisa dinikmati sebagai pelengkap untuk berbagai makanan, camilan, dll.
Kerupuk kelapa memiliki berbagai manfaat antara lain memperkuat pertumbuhan gigi, melancarkan pencernaan,meningkatkan energi tubuh, menghilangkan rasa pedas, mencegah penyakit maag, membuat tulang lebih kuat, membuat jantung lebih sehat, dan masih banyak manfaat yang lain. Jadi, kerupuk kelapa cocok untuk menemani teman santai anda.

Inovasi Lampu Belajar, Dari Limbah Kelapa


Belajar merupakan suatu kegaiatan untuk menambah pengetahuan. Melalui belajar maka kita akan memeperoleh banyak manfaat. Kegiaatan belajar sangat penting dilakukan secara rutin supaya kita dapat meraih prestasi dan menggapai cita-cita kita. Kita perlu meluangkan waktu kita untuk belajar supaya waktu yang kita lewati memilki nilai yang bermanfaat. Dengan belajar kita akan memperoleh kompetensi dan ilmu yang mendalam. Semakin serng belajar maka akan membangun intelektual diiri dan pengembangan karakter yang cerdas.
Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal kita perlu memfokuskan serta mengintensifkan kegiatan belajar. Hasil belajar akan menjadi efektif jika proses belajar berjalan lancar dan optimal. Maka dari itu diperlukan upaya-upaya untuk mendukung proses belajar supaya kita mampu memperoleh ilmu dengan maksimal dan memuaskan. Proses belajar  dapat dipengaruhi oleh berbagai hal misalnya kondisi ruangan yang tidak nyaman dan gelap. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pengendalian atau pengaturan kondisi ruang belajar supaya mendukung suasana belajar, salah satunya dengan menggunakan lampu belajar. Lampu belajar merupakan perangkat yang secara umum digunakan untuk memberikan tambahan penerangan.
Dedication lamp led ( DDLL) Merupakan lampu yang tepat untuk belajar. Selain bermanfaat untuk belajar juga dapat memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah seperti kelapa. Bahan kelapa yang digunakan untuk membuat DDLL adalah batok kelapa yang notabennya jarang digunakan oleh masyarakat desa. Kebanyakan masyarakat hanya memanfaatkan daging dan air kelapanya saja. Dengan begitu batok kelapa kini bisa dimanfaatkan dan tidak terbuang.
                           

Pusat Pengrajin Keris di Desa Aeng Tong Tong - Sumenep

Aeng Tong-Tong merupakan desa yang teletak di kecamatan Saronggi kabupaten Sumenep. Desa ini terkenal dengan kerajinan keris yang merupakan produk unggulan dan sumber mata pencaharian masyarakat Aeng Tong-Tong. Hal ini dapat dilihat dari keloyalitasan masyarakatnya dalam mengelola kerajinan keris. Selain itu hampir di setiap rumah warga nya terdapat pondok kecil untuk membuat keris secara mandiri.
Keris yang dibuat oleh  masyarakat Aeng Tong-Tong memiliki ciri khas yang berbeda dari keris-keris yang berasal dari daerah lain. Jika keris pada umumnya hanya diorientasikan pada senjata saja, namun untuk keris yang dibuat oleh masyarakat Aeng Tong-Tong juga memandang dari segi estetika. Beberapa ciri khas dari keris tersebut dapat dilihat dari variasi dan keunikan corak, bentuk dan pamor atau ukiran yang terdapat pada pe

rmukaan kerisnya. Setiap keris yang dibuat oleh pengerajin memiliki keunikan serta kerumitan tersendiri, karena setiap pengerajin keris di desa Aeng Tong-Tong memiliki teknik dan metode khusus dan rahasia untuk membuat keris-keris tersebut.
Daya tarik lain dari keris Aeng Tong-Tong yaitu pada bahan-bahan yang digunakan juga beragam. Beberapa bahan yang digunakan yaitu logam besi, kuningan, emas, arang, tulang dan lain-lain. Selain itu memiliki keukatan mistik yang dapat digunakan sebagai senjata. Beberapa keris juga diberi dengan ramuan racun untuk menambah keampuhan senjata ini.
Masyarakat Aeng Tong-tong melakukan pembuatan keris secara turun temurun. Kerajian keris di desa Aeng Tong-Tong telah menembus pasar internasional dalam penjualan kerisnya, sehingga dapat menambah devisa bagi negara serta menambah penghasilah masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa keris-keris yangt diproduksi oleh masyarakat Aeng Tong-Tong telah diminati oleh penggemar keris dari mancanegara.